Saturday, December 18, 2010

omong kosong akhir tahun, semoga semuanya sehat selalu

Bahasa inggris pertama yang kukenal adalah “yes”. Aku baru tahu kalo “yes” itu adalah bahasa asing pada suatu hari waktu aku masih kecil, Seseorang yang bilang padaku kalau itu adalah memang bahasa inggris. Sebenernya aku juga gak begitu tahu apa itu bahasa inggris. Atau inggris itu sendiri, Apakah inggris itu?
Agak lebih besar, aku tahu bahwa inggris itu ternyata bukan tempat yang bisa dilewati dengan berjalan kaki, itu adalah tempat yang sangat jauh, tempat dimana orang-orangnya bermata biru dan berambut kuning keemasan, kulit mereka putih. Orang-orang bilang kalau orang inggris itu adalah orang bule, di inggris ada lady Diana dan pangeran Charles serta ratu Elizabeth.. ibuku bilang orang inggris itu orang barat. Aku belum tahu apa itu barat. Kupikir waktu itu, barat bukanlah arah tetapi hanya sebuah tempat dimana orang inggris berada.

Entah kenapa, ketika aku menonton film kungfu waktu kecil, aku akhirnya menyadari bahwa orang-orang yang sering main film di televisi adalah orang amerika dan bukan orang inggris! Kupikir mereka adalah orang Inggris karena mereka banyak menggunakan kata “yes”. Sebenenarnya aku tahu kalau mereka memang orang amerika, tapi butuh waktu agak lama untuk MENYADARI bahwa hey! Mereka berbeda…… waktu itu, aku heran mengapa orang-orang amerika memakai bahasa inggris. Kenapa gak pake bahasa amerika? Lalu aku berinisiatif untuk berpikir bahwa letak kedua Negara itu berdekatan.
Ibuku bilang, kita dijajah oleh orang-orang barat, waktu itu aku tidak menyangka bahwa penjajahan adalah kisah rumit yang terdiri atas berjilid-jilid buku. Kupikir penjajahan hanyalah sesuatu hal kejam yang terjadi karena tuhan telah pilih kasih, kupikir tuhan lebih sayang kepada orang inggris…

Kira-kira tahun 1994 atau tahun 1995 adalah masa dimana aku jarang berpikir tentang hal-hal yang berat seperti misteri orang amerika yang memakai bahasa inggris atau betapa tuhan sangat pilih kasih. Itu adalah momen di saat aku menyangka bahwa pahlawan Negara adalah berkedudukan sama dengan dewa. Aku ingat, tahun-tahun itu adalah tahun-tahun dimana harga chiki masih rp 250 dan berhadiah mainan tazoz. Gratis dari chiki, chitos, jet zet dan chitato. Aku sangat kecewa karena taro gak termasuk kedalam chiki yang berhadiah, tetapi setelah diselidiki ternyata taro itu bukan termasuk kedalam Indofood group. Mungkin perkara chiki serasa tidak begitu penting, tapi itu sangat penting bagiku untuk mengingat tahun, karena aku ingat pada tahun 1997 akhir mendadak harga chiki naik jadi rp 500! Sungguh menyiksa dan mengecewakan. Makanya aku berharap tahun-tahun seperti tahun 1994-1995 kembali lagi.
Pada tahun 1994-1995, aku pikir Indonesia adalah Negara yang memiliki gengsi tinggi dan secanggih Inggris, semua itu berkat orang yang gambarnya tercetak di uang rp. 50.000. aku sangat mengidolakannya, karena dia telah membawa Indonesia dari Negara terjajah menjadi Negara yang maju, apalagi Indonesia dianugerahi lahan subur yang luas seperti apa yang dikatakan oleh koes plus. Suatu hari ketika aku hendak berangkat ke sekolah, aku melewati pangkalan DAMRI jurusan dipatiukur-jatinangor, dalam salah satu bis, aku melihat tulisan “gantung Soeharto” dan entah siapa orang keji yang menuliskan tulisan semacam itu. Memangnya dia gak tahu siapa soeharto? Soeharto kan yang membawa kita menuju Negara berkembang (waktu itu aku pikir Negara berkembang adalah Negara yang levelnya paling tinggi, aku baru tahu bahwa berdasarkan pelajaran akuntansi kelas dua SMA, Negara berkembang adalah Negara yang pendapatan perkapitanya kurang dari sekian…..). yah pokoknya, harga chiki naik juga bisa diatasi oleh soeharto, pikirku waktu itu. Tapi ternyata pria dalam uang rp. 50.000 itu turun jabatan dan diiringi dengan berbagai peristiwa yang memberikan insprirasi bagi ummmm…. Bagi seseorang yang ingin berdemonstrasi… atau bagi mahasiswa yang ingin terlihat menjadi pahlawan idealis dengan berdemonstrasi jaman sekarang, ahhhhh gak ngerti juga sih kayak begituan. Yang jelas itu menjadi titik tolak untukku mengetahui bahwa Indonesia pada kenyataannya adalah Negara yang miskin, banyak pengangguran, tidak seterkenal inggris dan……….. ah pokoknya aku akan mengkaji ulang tentang pemikiran bahwa mungkin tuhan itu agak pilih kasih, tapi gak tahu juga sih, kadang rumput tetangga lebih hijau daripada rumput di pekarangan sendiri, atau bisa jadi rumput tentangga pada kenyataannya memang lebih hijau daripada pekarangan sendiri, akan tetapi psikologis kita mengecoh kita untuk menerima keadaan kita yang menyedihkan dan tidak banyak menuntut dengan mengeluarkan ungkapan bahwa rumput tetangga lebih hijau dari pekarangan kita sendiri……..

Ini adalah omong kosong akhir tahun,,,, selamat tahun baru semua,,,, semoga hari-hari depan lebih indah untuk dijalani, semoga seiring dengan pengetahuan kita yang semakin bertambah tentang dunia tidak membuat kita kecewa,,,, semoga memang negeri di atas awan itu benar adanya,,,,,
amiiiiiiiiiiiiiiiin