Friday, February 24, 2012

semakin ini semakin itu

by indrarani

malam yang pekat dalam musim hujan di bandung yang dingin,,, umurku sudah hampir 26 dan sepertinya aku terancam penyakit encok. Selain dugaan encok, perutku juga kembung secara tidak normal, terlebih di malam berangin seperti ini.

Malam ini tidak ada kopi hitam yang menemani, hanya aku dan suara tuts keyboard yang kutekan dengan kukuku yang panjang dengan sedikit kotoran disela kuku itu. suara mobil dan motor yang lewat dengan kecepatan tinggi, terdengar jelas sampai ke tempat aku duduk, kulihat kiri kanan tidak ada mahluk hidup yang bisa menemaniku disini. tidak kecoak, tidak tikus, ataupun kucing... sepertinya hanya ada mikroba yang tak kasat mata yang menemani,, itupun terasa percuma, apa intinya ditemani apabila tidak ada sedikitpun rasa ditemani? bahkan... sarang laba-laba pun ditinggalkan kosong oleh pemiliknya, kemana dia? mungkin sedang berburu nyamuk yang semakin langka.

kelanngkaan nyamuk sangat terasa karena setiap aku bangun tidur, tidak ada lagi penemuan bentol akibat pesta pora mereka. dugaanku, obat nyamuk terbaru yang dipergunakan oleh keluarga kami sangat efektif untuk membuat mereka jera menghinggapi kulitku, atau sebenernya tidak ada hubungan dengan obat nyamuk sama sekali. itu karena diriku yang jarang mandi, dan indra penciuman mereka cukup sensitif untuk merasa mabuk oleh bau badan yang ditimbulkan seseorang yang memiliki motivasi hidup yang rendah dan dicirikan dengan kealpaannya di kamar mandi.

ketika nyamuk absen, cicak dan laba-laba kebingungan mencari sesuap nyamuk untuk perutnya, entah kemana mereka? mungkin mereka pergi ke tempat persembunyian nyamuk yang nyaman, atau nyamuk2 itu telah berimigrasi ke rumah tetangga, kuharap demikian, karena jujur aku tidak terlalu suka dengan tetangga, terutama leher2 mereka yang selalu terjulur ingin tahu dan memata-matai seluruh kegiatanku yang sebenernya tidak menarik. membayangkan mereka bentol seluruh tubuh membuatku riang, mereka sekarang hanya akan mengurusi bentolnya itu.

ketika laba-laba dan cicak tidak ada, entah mengapa tikus dan kecoak ikut pundung... guys, aku sama sekali tidak pernah merindukan kalian selama hidupku, tetapi,,, dunia tanpa kalian teramat sepi... tanpa nyamuk, apa gunanya raket listrik yang kubeli? siapa lagi yang aku siksa dengan raket itu sampai darahnya muncrat dan dagingnya berbau gosong? hanya kalian para nyamuk yang paling cocok menerima siksaan itu,,, karena kalau dipikir2, tetanggaku tidak akan menimbulkan efek yang sama seperti kalian para nyamuk apabila aku menggunakan raket listrik...

soal cicak, kalau tanpa kalian... ekor siapa yang bakalan aku putuskan? aku ingin memutuskan ekor tetanggaku, tetapi aku juga sadar bahwa mereka tidak punya ekor,,, aku tidak sebodoh yang kalian para cicak kira! apa kalian juga pindah ke tempat tetanggaku? hah!! bodoh kalau kalian pindah kesana!! kalian pasti berpikir bahwa rumput tetangga lebih hijau, jadi kalian mau pindah kesana? tapi jika itu memang keputusan kalian, kalian bebas menentukan masa depan kalian, mengingat orangtuaku juga sangat bebas padaku apabila soal pemilihan umum dan pemilihan masa depan. soal pemilihan umum, sudah dua kali pemilihan aku abstain.. bukan karena aku tidak menemukan kandidat yang aku suka, tetapi aku terlampau apatis....

tikus itu binatang yang paling kubenci, sebenernya mereka binatang yang lucu, apabila mereka berhenti buang air sembarangan seolah dunia ini adalah septic tank raksasa, aku akan menyukai mereka apabila mereka berhenti mencuri makanan manusia. ada baiknya mereka berhenti dari kegiatan mencuri mereka dan berusaha untuk mencari pekerjaan yang halal, yang diridhoi oleh yang maha kuasa. tidak sedikitpun aku kehilangan mereka, aku hanya menyesal bahwa tiga buah bungkus lem tikus yang aku beli, akhirnya akan teronggok sia-sia di laci lemari rotan itu. mungkin lain kali aku akan menjual lem itu sama tukang sol sepatu, karena lem tikus memiliki daya rekat yang lumayan...

tidak ada binatang yang lebih agung dari laba-laba, tampilannya yang mengerikan, kakinya yang banyak dan berbulu, sarangnya yang bersifat anti air unik yang sekarang sedang dikembangkan menajdi bahan utama rompi anipeluru, dedikasinya pada planet bumi ini tidak diragukan lagi, selama hidupnya, selain penampilannya yang seperti vokalis band metal, laba-laba tidak merugikan planet bumi, seperti burung murray yang kerjanya hanya menyanyi untuk memberkati manusia, laba-laba pun hanya membawa keuntungan bagi planet bumi, laba-laba adalah binatang yang sangat sangat sangat tidak merugikan. itulah mungkin mengapa muhammad berkata bahwa jika kita membunuh laba-laba adalah dosa....

tetapi sebenarnya aku pernah membunuh seekor laba-laba ketika kecil. aku belum tahu bahwa laba-laba adalah mahluk mulia, membunuh laba-laba adalah seperti membunuh burung murray, perbuatan psikopat! tapi kalau boleh memberikan pembelaan, aku membunuh laba-laba karena tampilannya yang mengerikan, insting anak-anakku yang belum terasah mencium bahaya, kupikir dia terlalu bahaya, lagipula waktu itu aku sedang dalam pengaruh film spiderman,,, anyway,,, ibu marah besar karena aku membunuh laba-laba, dan atas perintah ibu, aku menguburkan laba-laba itu dipekarangan rumah lengkap beserta sarangnya... kami berdoa mengelilingi liang kubur laba-laba... dan aku sangat menyesal sampai kini,, aku menyesal,, aku mohon maaf... maafkan aku... aku sungguh sangat menyesal...

malam sudah mendekati fajar, punggungku yang kuduga menderita encok sepertinya butuh direbahkan, mataku yang merah butuh ditutup, sementara itu hal-hal lain masih bisa menunggu esok hari untuk diceritakan....

Saturday, December 18, 2010

omong kosong akhir tahun, semoga semuanya sehat selalu

Bahasa inggris pertama yang kukenal adalah “yes”. Aku baru tahu kalo “yes” itu adalah bahasa asing pada suatu hari waktu aku masih kecil, Seseorang yang bilang padaku kalau itu adalah memang bahasa inggris. Sebenernya aku juga gak begitu tahu apa itu bahasa inggris. Atau inggris itu sendiri, Apakah inggris itu?
Agak lebih besar, aku tahu bahwa inggris itu ternyata bukan tempat yang bisa dilewati dengan berjalan kaki, itu adalah tempat yang sangat jauh, tempat dimana orang-orangnya bermata biru dan berambut kuning keemasan, kulit mereka putih. Orang-orang bilang kalau orang inggris itu adalah orang bule, di inggris ada lady Diana dan pangeran Charles serta ratu Elizabeth.. ibuku bilang orang inggris itu orang barat. Aku belum tahu apa itu barat. Kupikir waktu itu, barat bukanlah arah tetapi hanya sebuah tempat dimana orang inggris berada.

Entah kenapa, ketika aku menonton film kungfu waktu kecil, aku akhirnya menyadari bahwa orang-orang yang sering main film di televisi adalah orang amerika dan bukan orang inggris! Kupikir mereka adalah orang Inggris karena mereka banyak menggunakan kata “yes”. Sebenenarnya aku tahu kalau mereka memang orang amerika, tapi butuh waktu agak lama untuk MENYADARI bahwa hey! Mereka berbeda…… waktu itu, aku heran mengapa orang-orang amerika memakai bahasa inggris. Kenapa gak pake bahasa amerika? Lalu aku berinisiatif untuk berpikir bahwa letak kedua Negara itu berdekatan.
Ibuku bilang, kita dijajah oleh orang-orang barat, waktu itu aku tidak menyangka bahwa penjajahan adalah kisah rumit yang terdiri atas berjilid-jilid buku. Kupikir penjajahan hanyalah sesuatu hal kejam yang terjadi karena tuhan telah pilih kasih, kupikir tuhan lebih sayang kepada orang inggris…

Kira-kira tahun 1994 atau tahun 1995 adalah masa dimana aku jarang berpikir tentang hal-hal yang berat seperti misteri orang amerika yang memakai bahasa inggris atau betapa tuhan sangat pilih kasih. Itu adalah momen di saat aku menyangka bahwa pahlawan Negara adalah berkedudukan sama dengan dewa. Aku ingat, tahun-tahun itu adalah tahun-tahun dimana harga chiki masih rp 250 dan berhadiah mainan tazoz. Gratis dari chiki, chitos, jet zet dan chitato. Aku sangat kecewa karena taro gak termasuk kedalam chiki yang berhadiah, tetapi setelah diselidiki ternyata taro itu bukan termasuk kedalam Indofood group. Mungkin perkara chiki serasa tidak begitu penting, tapi itu sangat penting bagiku untuk mengingat tahun, karena aku ingat pada tahun 1997 akhir mendadak harga chiki naik jadi rp 500! Sungguh menyiksa dan mengecewakan. Makanya aku berharap tahun-tahun seperti tahun 1994-1995 kembali lagi.
Pada tahun 1994-1995, aku pikir Indonesia adalah Negara yang memiliki gengsi tinggi dan secanggih Inggris, semua itu berkat orang yang gambarnya tercetak di uang rp. 50.000. aku sangat mengidolakannya, karena dia telah membawa Indonesia dari Negara terjajah menjadi Negara yang maju, apalagi Indonesia dianugerahi lahan subur yang luas seperti apa yang dikatakan oleh koes plus. Suatu hari ketika aku hendak berangkat ke sekolah, aku melewati pangkalan DAMRI jurusan dipatiukur-jatinangor, dalam salah satu bis, aku melihat tulisan “gantung Soeharto” dan entah siapa orang keji yang menuliskan tulisan semacam itu. Memangnya dia gak tahu siapa soeharto? Soeharto kan yang membawa kita menuju Negara berkembang (waktu itu aku pikir Negara berkembang adalah Negara yang levelnya paling tinggi, aku baru tahu bahwa berdasarkan pelajaran akuntansi kelas dua SMA, Negara berkembang adalah Negara yang pendapatan perkapitanya kurang dari sekian…..). yah pokoknya, harga chiki naik juga bisa diatasi oleh soeharto, pikirku waktu itu. Tapi ternyata pria dalam uang rp. 50.000 itu turun jabatan dan diiringi dengan berbagai peristiwa yang memberikan insprirasi bagi ummmm…. Bagi seseorang yang ingin berdemonstrasi… atau bagi mahasiswa yang ingin terlihat menjadi pahlawan idealis dengan berdemonstrasi jaman sekarang, ahhhhh gak ngerti juga sih kayak begituan. Yang jelas itu menjadi titik tolak untukku mengetahui bahwa Indonesia pada kenyataannya adalah Negara yang miskin, banyak pengangguran, tidak seterkenal inggris dan……….. ah pokoknya aku akan mengkaji ulang tentang pemikiran bahwa mungkin tuhan itu agak pilih kasih, tapi gak tahu juga sih, kadang rumput tetangga lebih hijau daripada rumput di pekarangan sendiri, atau bisa jadi rumput tentangga pada kenyataannya memang lebih hijau daripada pekarangan sendiri, akan tetapi psikologis kita mengecoh kita untuk menerima keadaan kita yang menyedihkan dan tidak banyak menuntut dengan mengeluarkan ungkapan bahwa rumput tetangga lebih hijau dari pekarangan kita sendiri……..

Ini adalah omong kosong akhir tahun,,,, selamat tahun baru semua,,,, semoga hari-hari depan lebih indah untuk dijalani, semoga seiring dengan pengetahuan kita yang semakin bertambah tentang dunia tidak membuat kita kecewa,,,, semoga memang negeri di atas awan itu benar adanya,,,,,
amiiiiiiiiiiiiiiiin

Saturday, July 10, 2010

kisut

persamaan nenek-nenek dengan kurma adalah mereka sama-sama memiliki kulit kisut yang tidak menarik, walaupun ternyata kurma itu rasanya manis dan legit, aku jadi bertanya apakah rasa nenek-nenek juga sama? manis dan legit.... hanya ada satu cara untuk memastikannya...

siang itu aku melintasi monumen yang mirip dengan markas gordon yang terletak di depan rumahku, aku celingukan mencari sesosok monster keriput yang dinamakan nenek-nenek (aku gak berminat dengan kakek-kakek, karena aku yakin aku tidak menginginkan daging tambahan yang menggelantung di sela-sela selangkangan calon makan malamku). ini siang hari, jarang ada nenek-nenek berkeliaran di tengah teriknya matahari tropis di tengah-tengah isu global warming. aku rupanya mencari ditempat yang salah, bisa kubayangkan nenek-nenek jam segini sedang nongkrong di depan rumahnya dengan hanya menggunakan kutang kain dan selembar selendang.

aku berhenti celingukan dan menggigit bibirku, berusaha mengelupoas kulit kering di bibir dengan gigiku yang seperti berang-berang (mungkin mereka binatang pemberang?). aku memutar arah, berjalan dengan menyipitkan mata karena panas, kutuju arah perumahan di belakang gedung telkom. tidak perlu kuceritakan perjalanan panjang nan membosankan menuju ke arah perumahan yang disinyalir terdapat nenek-nenek calon makan malamku.

pokoknya, aku melihat sesosok kegelapan yang keriput, kulitnya mengkerut, di balik kulit itu bisa kurasakan pengalaman hidup yang kaya, seolah tiap relung di dalam kerutannya itu menyimpan satu cerita hidup yang akan diceritakan kepada cacing-cacing tanah dimana nanti ia akan dikubur (aku menghilangkan opsi kremasi dalam penguburan sosok itu). yah pokoknya dia ada disana, dia adalah kurmaku, kurma yang akan kucicipi sebentar lagi. sosok itu sedang duduk di bangku terasnya, aku mendekat dengan pasti, tersenyum dan melambaikan tangan dari kejauhan. monster keriput yang kemungkinan rasa kurma itu balik melambai dan balik tersenyum tanpa menaruh curiga sedikitpun.

aku semakin dekat dengannya, dari jarak dekat, dia tampak lebih mirip monster dari monster itu sendiri. kulitnya berbintik-bintik coklat dan kantong matanya sebebsar teh celup. "ada perlu apa nak?", dia bertanya duluan. aku tersenyum sebelum menjawab, " gak apa-apa, aku pikir aku kenal dengan nenek, ternyata aku salah", aku tersenyum lagi, namun sengaja aku menampilkan semburat sesal di dalam senyumku, aku hendak berbalik namun nenek itu bicara lagi, "memangnya tadi cari siapa?"
"nenekku yang sudah meninggal, aku pasti kangan banget sama dia sampai-sampai....", aku berhenti berkata-kata karena sekonyong-konyong monster tua itu berdirim dan mengacung-acungkan samurai yang entah disimpan dimana tadi, aku mundur beberapa langkah.
"anak setan!!!!!! emang muka gue kayak nenek-nenek apa??? hah?! lu pikir gue bakalan mampus dalam waktu dekat hah?!", monster tua itu merangsek maju dan aku tanpa berpikir lagi, berlari kencang, aku gak tahu kemana arah lariku, yang jelas aku harus menjauh dari dia, aku gak mau leherku disambit samurai. aku berhenti di suatu tempat ketika merasa sudah aman. napasku ngos-ngosan.... aku melihat kebelakang dan ternyata!!!!! nenek itu mengejarku sampai sejauh ini!!!!!!!!!

setelah peperangan di dalam hati, akhirnya aku memutuskan untuk menghadapi nenek tua itu, kulihat kiri-kanan tidak ada manusia lain selain aku (karena mahkluk keriput itu tidak kuhitung sebagai manusia!) dia menerjangku dengan samurainya, aku menangkis terjangan samurainya dengan kakiku, kumendekat pada lehernya dan mengigit dagingnya yang ternyata rasanya pahit!!!! puih!!!!! aku muntahkan dagingnya yang menggantung di mulutku, nenek itu memegang lehernya yang terkoyak, dan aku menusuk nenek itu di kedua matanya dengan jari-jariku, dia menejrit seperti dajal, aku berlari pulang kerumah.... ternyata dagingnya tidak enak, sama sekali gak mirip kurma.... dengan kecewa aku mengusap darah di mulutku, sebentar lagi bulan puasa dan aku belum menemukan penganan alternatif pengganti kurma, aku bersedih dan menangis...

by indrarani

Tuesday, May 18, 2010

ini baru

Akhir-akhir ini aku sering memikirkan tentang kematianku sendiri, membayangkan bagaimana jika seorang pria tidak berpendidikan menggorokku dengan linggis yang tumpul... darahku mengucur deras dari luka yang menganga di leherku, aku terjatuh ke jalanan yang dingin dan berlumpur, lalu pria tidak berpendidikan itu dengan gampang mneyelesaikan tugas akhirnya untuk membinasakanku....

Banyak orang yang menganggapku berlebihan tentang kebiasaanku untuk membayangkan kematian (yang terjadi hampir setiap saat). Tetapi, menurutku hal itu adalah suatu kewajaran, mengingat kematian dapat dengan mudah terjadi pada siapa saja, dimana saja... semua hanya soal waktu. Sejujurnya, aku membayangkan soal kematianku sendiri sedari kecil. Kubayangkan bagaimana bila kiamat terjadi, bagaimana jika aku tenggelam di dalam air bah (waktu itu aku belum bisa berenang, jadi mati tenggelam menduduki peringkat pertama dalam ketakutanku soal cara kematianku).

Pemikiran soal kiamat ini sering muncul gara-gara pelajaran agama, guru agamaku di sekolah dasar memberiku rincian tentang apa itu kiamat, ciri-cirinya, dan itu akan menimpa seluruh umat manusia, terutama mereka yang tidak soleh... hahhahahha.... bahkan semenjak aku sebesar jahe, aku punya perasaan bahwa aku bukan anak yang soleh, mengapa? Karena aku sadar aku adalah tipe orang yang memiliki ide-ide yang kurang baik di dalam otakku, aku mendapatkan kesenangan dengan mengerjai nenek-nenek dan orang-orang yang lebih lemah dariku....

Ketika memikirkan soal kiamat, aku akan naik ke atas ranjang kayuku, menarik selimut sampai menutupi setiap inci dari tubuhku, dan berharap bahwa selembar selimut tebal dapat melindungiku dari kiamat. Tetapi aku punya ide brilian tentang menghindari kiamat. Aku akan masuk ke dalam televisi... berharap di dunia televisi tidak terjadi kiamat. Betapa enaknya berada di dalam televisi, sementara orang-orang berlarian menghindari lontaran bola api dari langit, orang-orang menangis dan menjerit sampai di telan tanah, aku dengan enak bersembunyi di dalam televisi, lagipula televisi adalah kotak yang kuat, ia tidak akan pecah oleh hujan batu atau tertimbun reruntuhan gunung. Ya, tapi kaca televisi terlihat sangat rapuh bagiku, tapi itu bukan masalah, aku bisa berlari menghilang kedalam dunia televisi dimana dunia nyata tidak akan bisa menjamahku.

Tetapi yang agak sulit dari rencana penyelamatan diriku adalah bagaimana aku bisa meyakinkan ibu, ayah, kakak, dan adikku untuk ikut bersamaku masuk ke dalam televisi? Aku punya perasaan bahwa keluargaku meremehkan ide brilianku itu. Sementara itu, aku tidak bisa hanya selamat sendiri, keluargaku juga harus selamat, tetapi kalau memang tidak mau, ya sudah... minimal aku akan hidup sendiri untuk meneruskan semua impian mereka dalam hidup... atau mungkin pada saat-saat terakhir mereka mau ikut bersamaku masuk ke dalam dunia televisi.

Ya, terbukti benar! Keluargaku memang sama sekali tidak tertarik untuk menyelematkan diri bersamaku ke dalam televisi. Itu terjadi pada suatu siang yang cerah di musim panas, saat ayam-ayam yang kupelihara berak di halaman dengan nikmat. Aku menawarkan ideku pada ibu untuk ikut menyelamatkan diri bersamaku ketika kiamat tiba. Ibuku hanya menjawab sambil lalu, dia terlihat tidak tertarik. Ia terlalu sibuk mencucui selada air untuk santap siang, berjalan hilir mudik di seputar dapur, aku membuntuti ibu, mengikuti setiap langkah ibu, aku sangat perlu ibu, aku terus meyakinkannya untuk ikut bersamaku, tetapi ibuku malah jadi jengkel. Rencanaku untuk menyelamatkannya malah ditanggapi dengan kejengkelan.

Aku terdiam mematung di pojokan dapur, aku menatap sosok ibuku dengan baju piama bermotif batiknya, rambut keritingnya mengembang seperti roti di dalam oven, tangannya yang sudah mulai keriput dan berbintik di usia 35 tahun memegang selada air yang meneteskan air, kulihat bibirnya yang tebal makin tebal karena ia merenggut. Aku sayang ibu, aku gak mau selamat sendirian, aku mau mati asal ibu selamat...
. kenapa semua orang menyerah begitu saja pada kiamat???? Kenapa semua orang begitu bodoh? Kenapa hanya aku yang memiliki ide brilian untuk menyelamatkan diri ke dalam televisi? Itu adalah tempat teraman di dunia pada saat kiamat terjadi! Lalu yang kubayangkan setelah kiamat usai, dunia ini adalah sebuah lubang kosong yang hitam... tidak ada apa-apa lagi di dunia ini, kecuali berjuta-juta kotak televisi yang melayang-layang di dalam ruang kosong hitam itu... kami mahluk-mahluk yang ada di dalam televisi itu akan aman membangun dan menikmati hidup kami. Tidak ada apapun di luar sana. Sedangkan di dalam televisi semuanya akan baik-baik saja. Hanya ada cahaya matahari, rumput hijau, hamparan bunga matahari, beri hutan, dan ayunan dari ban bekas yang tergantung di pohon ek yang kuat....

Wednesday, May 12, 2010

manusia babi part II

tidak perlu memperhatikan dengan seksama untuk menyadari bahwa ukuran kepala manusia babi itu luar biasa besar. seperti mendapat suatu firasat, manusia babi itu menoleh padaku yang sedang menatap dengan ngeri pada kepalanya... dia menoleh dengan sangat lambat, bisa dibayangkan bagaimana usaha yang dia kerahkan untuk menoleh ke arahku! lihat! lihat ukuran kepalanya! pasti sangat berat untuknya melakukan kegiatan menoleh!

aku mengalihkan pandanganku dari kepalanya dan menatap ke arah lain, dengan susah payah manusia babi itu menolehkan kepalanya kembali ke televisi. rupanya yang mulia manusia babi tidak puas dengan acara televisi yang ia tonton, dengan cuek ia menanyakan remote control tivi itu. aku kaget karena keberaniannya meminta remote, mengingat aku tidak kenal dia! namun, seperti tuan rumah yang baik, aku memberikan siluman itu apa yang diinginkannya!

dia memindah-mindahkan saluran tivi dengan cepat, tidak ada acara yang diminatinya, yah.... tentu aja gak ada acara yang diminatinya, karena saat itu tidak ada acara planet animal atau discovery channel edisi binatang!

tanpa diduga (tentu saja! aku gak bisa memperkirakan tingkah binatang sebaik memperkirakan tingkah manusia) dia, manusia babi itu naik ke atas kasurku, dia mengobrak-abrik rak buku dekat kasur, membuka-buka beberapa buku yang ia dapatkan dari rak (aku gak yakin ia bisa baca)...

siluman babi itu tertidur di kasurku! (ingat! i dont even know him!)... pada titik ini, aku merasa sangat marah pada siluman itu! ini adalah tempat manusia dan bukan penangkaran babi!!!!!!!!!!!!

Friday, May 7, 2010

aku bersaksi! gosip soal manusia babi itu benar adanya!

buatku, hari terbagi menjadi tiga:
1. hari-hari sibuk yang bahkan kita gak sempet buat buang air besar
2. hari-hari banyak pekerjaan, tapi bisa dipending dulu... kerjaan nanti aja dikerjain kalo waktunya dah mepet
3. hari yang bener-bener brutal! brutal karena gak ada kerjaan apapun yang bisa dikerjakan. ini hari dimana aku biasa tiduran di depan tipi, garuk-garuk pantat dan menatap langit-langit (walaupun di depan mata ada tipi... tapi langit-langit lebih menarik untuk ditonton...)

nah....kejadian naas itu terjadi pada hari nomor dua. kejadiannya cukup singkat, tapi menorehkan luka yang cukup dalam... sebelum aku meneruskan ceritanya, cuman ingin ngasitau kalo tulisan aku ini cuman cocok buat pembaca yang sudah dewasa.

dewasa disini, bukan berarti kamu harus berumur 21 tahun, patokannya bukan bulu-bulu lebat dan kasar yang tumbuh di sana sini, bukan rokok yang kauselipkan diantara dua jarimu, bukan kerutan di sudut matamu, bukan jumlah anak yang kamu punya.... dewasa yang kumaksud adalah jumlah uang dalam kantongmu... hahahahahha... bukan... bukan... bukan.... dewasa yang kumaksud adalah kamu cukup mengerti soal sisi putih, abu-abu, dan sisi hitam manusia. tulisan ini mungkin sedikit kasar, tapi dude! ini cuma satu pandangan buruk seseorang... cuma sisi hitam si penulis (bukan sisi hitam si objek yang ditulis)...karena, semua orang punya sisi pandangan hitam atas sesuatu... permasalahannya adalah. apa kamu berani membagikannya dengan oranglain, atau kamu cuma memendamnya dalam hatimu...

aku enggak... aku akan memberitahumu, apa yang hitam menurutku.... aku punya yang putih... tapi biar kupendam saja dalam hati...

kembali ke hari nomer dua,,, dimulai dengan kedatangan temanku dari suatu tempat yang jauh ke tempatku.. kuberitahu, itu adalah hari yang sangat panas, kami mengobrol lama tentang cuaca panas... gak banyak yang bisa kuingat tentang pembicaraanku... karena itu hanya pembicaraan biasa tentang cuaca panas di hari nomer dua yang biasa....

kubilang itu hari yang biasa.... sebelum tahu bahwa itu adalah hari luar biasa yang akan mengubah hidupku......di tengah percakapan kami, aku melihat sebuah bayangan hitam yang muncul di ambang pintu. bulu kudukku berdiri, mendadak hatiku seperti diremas oleh tangan yang tak terlihat, perutku keram tanpa sebab... dan aku sadar semua itu berkat bayangan hitam di ambang pintu, dengan seluruh keberanian yang kupunya, kutatap bayangan hitam itu dengan berani, dan........ mendadak
perasaan ngeri yang kualami menghilang seiring dengan tersibaknya misteri bayangan hitam itu... ternyata dia hanya seorang yang bukan teman, tapi ya! aku kenal sedikit..

aku sedikit heran dengan kedatangan seseorang yang bukan teman itu. well,, sangat heran sebenarnya, apa yang dilakukan seseorang seperti dia di tempatku?

biar kukasih tahu satu hal, aku gak berani berteman dengan dia... yang harus kamu tahu lagi, aku tipe cewek yang lumayan supel,tapi kesupelanku gak bisa mencapai seseorang yang sekarang berada di ambang pintuku... makanya, bisa kalian bayangkankan.... segimana herannya aku... seseorang yang begitu sulit digapai dalam pergaulan sosial datang ketempatku! hah! kamu tahu kenapa dia begitu eksklusif dan sulit untuk menjadi temannya?

karena dia dikabarkan adalah manusia babi... aku tidak sanggup berteman dengan manusia babi, atau lebih tepatnya... aku gak tertarik berteman dengan manusia babi.... kenapa aku gak tertarik sama hal meanrik? gampangnya,,, mungkin berteman dengan manusia babi memang menarik, tapi aku gak tertarik, karena.... simpel aja, aku yang sekarang ini lebih senang berteman dengan sesama manusia....

manusia babi itu mempersilahkan dirinya masuk ke dalam tempatku, ia lalu mengucapkan salam ala bangsa arab secara sekilas dan asal-asalan lalu duduk di lantai di depan tv.... aku mengamati manusia babi itu.... bertanya-tanya apa yang dilakukannya disini?

bersambung........

Monday, May 3, 2010

siapa?

ini salah satu hari dimana aku merasa kecewa berat. kebingungan... apa yang akan aku lakukan? semua tampak membosankan dan garing. akhirnya aku memutuskan untuk menulis blog. tapi bahkan aku gak tahu apa yang akan aku tulis, aku menulis karena aku ingin memencet tuts keyboard... yah kita coba saja, mungkin ada sesuatu yang akan muncul dalam otakku.
yah mungkin kita bisa mulai dengan pembahasan mengapa aku merasa sangat kesal dan emosional? bisa jadi karena pms, dan bisa jadi karena akhir-akhir ini aku merasa terperangkap dalam kehidupan yang tidak ingin aku hidupi. sepertinya aku menginginkan kehidupan yang lain. bukan jenis hidup seperti ini yang ingin kuhidupi...
aku akan jujur padamu blog, aku akan mengungkapkan rahasia kebusukan di dalam hatiku... seperti yang satu ini:
aku sadar aku selama ini telah berhubungan baik atau bisa dikatakan cukup berteman dengan seseorang yang tidak pernah kubayangkan.... tidak pernah kubayangkan karena, dulu ketika aku menginjak kota ini... orang semacam dia adalah jenis orang yang tidak akan kutemani, jenis orang buangan sosial dalam kategoriku.... aku teringat akan kesan pertamaku padanya dulu... who are you? aku najis untuk berdekatan dengannya,,,, lucu ketika akhirnya kota ini membungkam semua kesombonganku dan membuatku menyadari bahwa pilih-pilih teman dan menjudge teman dengan dasar yang tidak jelas adalah keliru...
kota ini menarikku kembali ke bumi, melihat wajah manusia dari dekat, yang buruk dan yang tidak ...(kota ini tidak memberikan banyak opsi,,,, semuanya kampungan. hahahahaah).... akhirnya tanpa disadari... aku berteman dengan mereka semua, dengan orang-orang yang sebelumnya berada di luar kategori orang yang akan kuajak berteman. di satu sisi, itu adalah hal yang baik, tapi di sisi lain,,,, aku merasa terbanting....
kusadari bukan hanya pergaulan sosialku yang menurunkan levelnya, tapitaraf hidup dan seleraku pun mengalami penurunan.... yang kuingat, disini... di kota ini aku belajar susah, perih, persatuan dan persamaan,,,, aku merasa sedikit lebih bijak....
tampaknya kota ini membawaku pada pertumbuhan spiritual dan kedewasaan. tapi bagaimana jika bukan itu yang kuinginkan? bagaimana jika aku masih menginginkan karakterku yang dulu? fearless, haphazard and mean.......
gak semua orang ingin jadi orang baik!