by indrarani
malam yang pekat dalam musim hujan di bandung yang dingin,,, umurku sudah hampir 26 dan sepertinya aku terancam penyakit encok. Selain dugaan encok, perutku juga kembung secara tidak normal, terlebih di malam berangin seperti ini.
Malam ini tidak ada kopi hitam yang menemani, hanya aku dan suara tuts keyboard yang kutekan dengan kukuku yang panjang dengan sedikit kotoran disela kuku itu. suara mobil dan motor yang lewat dengan kecepatan tinggi, terdengar jelas sampai ke tempat aku duduk, kulihat kiri kanan tidak ada mahluk hidup yang bisa menemaniku disini. tidak kecoak, tidak tikus, ataupun kucing... sepertinya hanya ada mikroba yang tak kasat mata yang menemani,, itupun terasa percuma, apa intinya ditemani apabila tidak ada sedikitpun rasa ditemani? bahkan... sarang laba-laba pun ditinggalkan kosong oleh pemiliknya, kemana dia? mungkin sedang berburu nyamuk yang semakin langka.
kelanngkaan nyamuk sangat terasa karena setiap aku bangun tidur, tidak ada lagi penemuan bentol akibat pesta pora mereka. dugaanku, obat nyamuk terbaru yang dipergunakan oleh keluarga kami sangat efektif untuk membuat mereka jera menghinggapi kulitku, atau sebenernya tidak ada hubungan dengan obat nyamuk sama sekali. itu karena diriku yang jarang mandi, dan indra penciuman mereka cukup sensitif untuk merasa mabuk oleh bau badan yang ditimbulkan seseorang yang memiliki motivasi hidup yang rendah dan dicirikan dengan kealpaannya di kamar mandi.
ketika nyamuk absen, cicak dan laba-laba kebingungan mencari sesuap nyamuk untuk perutnya, entah kemana mereka? mungkin mereka pergi ke tempat persembunyian nyamuk yang nyaman, atau nyamuk2 itu telah berimigrasi ke rumah tetangga, kuharap demikian, karena jujur aku tidak terlalu suka dengan tetangga, terutama leher2 mereka yang selalu terjulur ingin tahu dan memata-matai seluruh kegiatanku yang sebenernya tidak menarik. membayangkan mereka bentol seluruh tubuh membuatku riang, mereka sekarang hanya akan mengurusi bentolnya itu.
ketika laba-laba dan cicak tidak ada, entah mengapa tikus dan kecoak ikut pundung... guys, aku sama sekali tidak pernah merindukan kalian selama hidupku, tetapi,,, dunia tanpa kalian teramat sepi... tanpa nyamuk, apa gunanya raket listrik yang kubeli? siapa lagi yang aku siksa dengan raket itu sampai darahnya muncrat dan dagingnya berbau gosong? hanya kalian para nyamuk yang paling cocok menerima siksaan itu,,, karena kalau dipikir2, tetanggaku tidak akan menimbulkan efek yang sama seperti kalian para nyamuk apabila aku menggunakan raket listrik...
soal cicak, kalau tanpa kalian... ekor siapa yang bakalan aku putuskan? aku ingin memutuskan ekor tetanggaku, tetapi aku juga sadar bahwa mereka tidak punya ekor,,, aku tidak sebodoh yang kalian para cicak kira! apa kalian juga pindah ke tempat tetanggaku? hah!! bodoh kalau kalian pindah kesana!! kalian pasti berpikir bahwa rumput tetangga lebih hijau, jadi kalian mau pindah kesana? tapi jika itu memang keputusan kalian, kalian bebas menentukan masa depan kalian, mengingat orangtuaku juga sangat bebas padaku apabila soal pemilihan umum dan pemilihan masa depan. soal pemilihan umum, sudah dua kali pemilihan aku abstain.. bukan karena aku tidak menemukan kandidat yang aku suka, tetapi aku terlampau apatis....
tikus itu binatang yang paling kubenci, sebenernya mereka binatang yang lucu, apabila mereka berhenti buang air sembarangan seolah dunia ini adalah septic tank raksasa, aku akan menyukai mereka apabila mereka berhenti mencuri makanan manusia. ada baiknya mereka berhenti dari kegiatan mencuri mereka dan berusaha untuk mencari pekerjaan yang halal, yang diridhoi oleh yang maha kuasa. tidak sedikitpun aku kehilangan mereka, aku hanya menyesal bahwa tiga buah bungkus lem tikus yang aku beli, akhirnya akan teronggok sia-sia di laci lemari rotan itu. mungkin lain kali aku akan menjual lem itu sama tukang sol sepatu, karena lem tikus memiliki daya rekat yang lumayan...
tidak ada binatang yang lebih agung dari laba-laba, tampilannya yang mengerikan, kakinya yang banyak dan berbulu, sarangnya yang bersifat anti air unik yang sekarang sedang dikembangkan menajdi bahan utama rompi anipeluru, dedikasinya pada planet bumi ini tidak diragukan lagi, selama hidupnya, selain penampilannya yang seperti vokalis band metal, laba-laba tidak merugikan planet bumi, seperti burung murray yang kerjanya hanya menyanyi untuk memberkati manusia, laba-laba pun hanya membawa keuntungan bagi planet bumi, laba-laba adalah binatang yang sangat sangat sangat tidak merugikan. itulah mungkin mengapa muhammad berkata bahwa jika kita membunuh laba-laba adalah dosa....
tetapi sebenarnya aku pernah membunuh seekor laba-laba ketika kecil. aku belum tahu bahwa laba-laba adalah mahluk mulia, membunuh laba-laba adalah seperti membunuh burung murray, perbuatan psikopat! tapi kalau boleh memberikan pembelaan, aku membunuh laba-laba karena tampilannya yang mengerikan, insting anak-anakku yang belum terasah mencium bahaya, kupikir dia terlalu bahaya, lagipula waktu itu aku sedang dalam pengaruh film spiderman,,, anyway,,, ibu marah besar karena aku membunuh laba-laba, dan atas perintah ibu, aku menguburkan laba-laba itu dipekarangan rumah lengkap beserta sarangnya... kami berdoa mengelilingi liang kubur laba-laba... dan aku sangat menyesal sampai kini,, aku menyesal,, aku mohon maaf... maafkan aku... aku sungguh sangat menyesal...
malam sudah mendekati fajar, punggungku yang kuduga menderita encok sepertinya butuh direbahkan, mataku yang merah butuh ditutup, sementara itu hal-hal lain masih bisa menunggu esok hari untuk diceritakan....

0 comments:
Post a Comment