Sunday, May 2, 2010

aku berhak!

seperti yang sudah kita tahu, acara jalan-jalan dan wisata kuliner seperti sudah menjamur di televisi, terutama pada akhir pekan... yang sebenarnya ingin kuceritakan adalah,,,, um... (tampaknya tidak baik langsung membicarakan inti suatu permasalahan... harus ada pengantarnya dulu kan?)
jadi gini, sebagai seorang manusia biasa (manusia biasa menurut kategoriku adalah manusia yang tidak terkenal dan tidak pernah nongol di tivi), ehm... sebagai manusia biasa, kita berhak memiliki muka jelek, kita berhak melakukan apa yang kita suka dan menghiraukan apa pendapat orang, kita berhak tidak mandi dan hanya memiliki satu setel baju...
seorang manusia terkenal (baca: artis), wajib cantik dan ganteng, wajib rapih dan bersih, wajib mikirin kata orang... kenapa? karena itu pekerjaan mereka, karena itu mereka ada, dan karena itu mereka mendapatkan uang (ini tidak berlaku untuk artis dengan kualitas seni dan bakat yang tinggi.... ini berlaku untuk artis yang tidak punya bakat)....
artis-artis kacangan tapi cantik dan cakep berseliweran di tipi,, walaupun aku gak bisa menikmati bakat mereka (karena gak punya), tapi aku sangat menikmati kecantikan mereka... tapi apabila ada seorang artis tidak berbakat dan kebetulan berwajah jelek, aku akan memaki televisi seolah artis jelek tersebut bisa mendengar apa yang kuucapakan.....
aku sangat gelisah ketika menonton beberapa tayangan wisata kuliner di tipi,,,, kegelisahan itu timbul karena pembawa acara wisata kuliner tersebut berwajah jelek dan tidak pandai membawakan acara... aku sadar, kegelisahanku akan bertumbuh menjadi obsesi apabila aku tidak mengeluarkan unek-unekku tentang artis bermuka jelek itu....
kamu tahu apa yang paling memuakkan dari pembawa acara wisata kuliner yang payah itu? ya! ya! ya! mereka makan makanan sambil ngomong di depan kamera... kamera merekam serpihan makanan bercampur ludah di dalam mulut mereka...
yang lebih buruk, walaupun mereka tidak bicara saat mengunyah makanan, mulut mereka tetap terbuka, sepertinya waktu kecil mereka gak diajarin makan dengan tertib.... belum lagi cara mereka mengambil makanan dan menyuapkannya ke dalam mulut mereka, mereka melakukannya dalam kecepatan tinggi... hal itu sungguh mengingatkanku pada babi kelaparan.... eeew...
walhasil, wisata kuliner yang dipandu oleh orang sejenis itu akan membuat makanan paling enak sekalipun menjadi seperti pakan ternak....
sori kalo aku terlalu kasar, tapi aku pikir aku berhak kasar dan mengkritik... karena kamu dibayar untuk memuaskan penonton tipi... dan aku adalah penonton tipi....

1 comments:

Unknown said...

hahahaha... jelek jelek tapi bisa makan gratis terus.

Post a Comment